Salah satu hal yang paling umum di dunia saat ini adalah depresi dan kecemasan. Dari remaja hingga dewasa, terlepas dari usia dan jenis kelamin atau bahkan status sosial atau keuangan, banyak orang menghadapi hal ini.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, depresi adalah penyebab utama gangguan kesehatan di seluruh dunia
Namun, statistik Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa tingkat bunuh diri di kalangan Muslim relatif lebih rendah karena keyakinan pada Islam memberikan perlindungan terhadap hal tersebut.
Allah SWT berfirman,
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Orang yang menjaga hatinya dengan keimanan yang teguh kepada Allah seringkali selamat dari masalah kecemasan dan depresi. Muslim percaya bahwa depresi adalah salah satu tipu muslihat setan yang ingin menanamkan benih keputusasaan dan kesengsaraan di hati anak Adam. Seringkali dia membuat kita mengabaikan nikmat Allah dengan membuat hidup kita dibandingkan dengan orang lain atau tidak puas dengan apa yang telah Allah tetapkan untuk kita.
Imam Ibn al-Qayyim berkata, “Yang paling disukai setan adalah ia membuat hamba-hamba Allah bersedih.”
Setan disebutnya menipu orang dengan kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain, menyesali segala kejadian, tidak bersyukur dan kemalasan. Jadi, orang-orang yang bersyukur dan ikhlas dengan ketetapan Allah seringkali berada pada sisi yang aman.
Kita harus ingat bahwa kehidupan setiap orang penuh dengan tantangan, namun orang yang beriman meyakini bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Solusi untuk mengatasi masalah ini bahkan sudah dijelaskan dalam Al Qur’an.
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153).
Ayat-ayat ini tentu menekankan pentingnya kesabaran dalam kehidupan orang beriman. Allah berjanji, “Jika kamu bersyukur, Aku akan memberimu lebih banyak.”
Kita begitu tidak sabar dengan laju kehidupan sehingga kita lupa bahwa segala sesuatu yang kita temui mempunyai tujuan dalam hidup. Sesuatu yang bisa diambil hikmahnya, dan orang mukmin adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya akan diuji, maka dia mempersiapkan diri untuk itu.
Allah berfirman dalam Kitab Suci-Nya,
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 155).
Para Nabi Allah adalah orang-orang yang diuji dan diuji dengan berat, namun dengan kekuatan iman; mereka mengatasi setiap kesulitan. Nabi Ayub mengatasi penyakit, Nabi Yusuf mengatasi pengkhianatan, Nabi Musa mengatasi tiran, Nabi Zakariyya mengatasi kesepian, dan beberapa kesengsaraan lainnya berhasil ditaklukkan oleh para Nabi Allah dengan keimanannya.
Ketika kita merenungi perjalanan hidup mereka, kita menemukan begitu banyak penderitaan, namun mereka tetap sabar dan bersyukur kepada Tuhannya.
Jadi, untuk mengatasi depresi, seseorang perlu kuat imannya.
Seseorang juga harus tahu bagaimana menggunakan waktunya dengan bijak. Mengonsumsi makanan sehat, berolahraga setiap hari, dan duduk bersama orang yang Anda cintai juga sangat membantu. Membaca buku-buku tentang teladan para Nabi, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya juga merupakan langkah yang baik, dibandingkan hanya menonton web series atau film yang membuat Anda merasa terlibat dari luar, namun membuat Anda dangkal dari dalam.
Hidup tidak berjalan atas kemauan dan keinginan kita, tapi atas kehendak Allah. Orang-orang dengan iman yang teguh adalah orang-orang yang berhasil baik secara spiritual maupun mental sebagaimana dibuktikan oleh penelitian Organisasi Kesehatan Dunia.
Quran Edu Center sebagai lembaga pendidikan Alquran juga dapat membantu saudara muslim yang ingin belajar tajwid di tempat, waktu, hingga guru yang tepat untuk memudahkan belajar Al Qur’an. Untuk info selengkapnya hubungi +62819-3821-7261
Anda mungkin juga menyukai:
Semesta dalam Al Qur’an















