Al Fatihah ayat 6 adalah salah satu ayat yang paling sering dibaca oleh umat Islam. Ayat ini mengandung doa yang sangat mendasar, yaitu permohonan kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk ke jalan yang lurus.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (QS. Al Fatihah: 6)
Baca Juga:
Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir menjelaskan, makna dari (الهداية) adalah petunjuk atau pertolongan untuk menjalankan ketaatan, sedangkan permintaan petunjuk dari yang diungkapkan oleh orang yang telah mendapat petunjuk berarti ia meminta tambahan hidayah dari hidayah yang telah ada. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala: “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (QS. Muhammad : 17).
Makna dari (الصراط المستقيم) secara bahasa adalah jalan yang tidak berbelok dan yang dimaksud dalam ayat ini adalah jalan Islam. Dijelaskan dalam hadist yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi dari an-Nawwas bin Sam’an dari Rasulullah SAW beliau Bersabda: “Allah memberikan perumpamaan berupa sirath mustaqim (jalan yang lurus). Kemudian di atas kedua sisi jalan itu terdapat dua dinding. Dan pada kedua dinding itu terdapat pintu-pintu yang terbuka lebar. Kemudian di atas setiap pintu terdapat tabir penutup yang tejulur. Dan di atas pintu jalan terdapat penyeru yang berkata, “Wahai sekalian manusia, masuklah kalian semua ke dalam Shirath dan janganlah kalian menoleh kesana kemari!”
Sementara di bagian dalam dari Shirath juga terdapat penyeru yang selalu mengajak untuk menapaki Shirath, dan jika seseorang hendak membuka pintu-pintu yang berada di sampingnya, maka ia berkata, “Celaka kau! Janganlah sekali-kali membukanya! Karena jika kau membukanya maka kau akan masuk kedalamnya.”
Ash-Shirath itu adalah Al-Islam. Kedua dinding itu merupakan batasan-batasan Allah Ta’ala. Sementara pintu-pintu yang terbuka adalah hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Dan adapun penyeru di depan Shirath itu adalah Kitabullah (Al-Qur`an) ‘Azza wa Jalla. Sedangkan penyeru dari atas Shirath adalah penasihat Allah (naluri) yang terdapat pada setiap kalbu seorang mukmin.”
Sedangkan Markaz Tadabbur dalam Li Yaddabbaru Ayatih meminta kita untuk memperhatikan betapa banyak keajaiban dan rahasia-rahasia agung yang terkandung dalam surah al-Fatihah, khususnya dibawah naungan firman Allah : { اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ } , sungguh ini adalah doa yang mesti dipanjatkan oleh segenap ummat manusia agar mereka meraih petunjuk yang benar, dia adalah sorakan bersama yang menyenandungkan sebuah petunjuk, dan merupakan sikap rendah diri seorang hamba dihapadan Allah dengan meraihnya.
Hakikat shirot al-Mustaqim juga disebutnya adalah mengetahui kebenaran dan mengamalkannya; karena tatkala Allah menyebut shirot al-Mustaqim ini dalam surah al-Fatihah Dia kemudian menjelaskan siapa yang melenceng dari jalan yang lurus itu dan mereka adalah orang-orang Yahudi yang dimurkai, mereka mengetahui kebenaran tetapi tidak mengamalkannya, dan orang-orang Nashrani yang telah tersesat dari jalan yang benar dan mereka melakukan segala hal yang melenceng dari kebenaran.
Yuk, mendalami ilmu Al Qur’an di Quran Edu Center. Sebagai lembaga pendidikan Al Qur’an, Quran Edu Center dapat membantu saudara muslim yang ingin belajar tilawah di tempat, waktu, hingga guru yang tepat untuk memudahkan belajar Al Qur’an. Untuk info selengkapnya hubungi +62819-3821-7261. Yuk belajar ngaji di Quran Edu center untuk privat ngaji jakarta, privat ngaji bogor, privat ngaji tangerang, privat ngaji bekasi, privat ngaji depok, privat ngaji terdekat, tadabbur Al Qur’an.















