Al Qur’an bukanlah buku sains dan tidak dimaksudkan untuk menjadi buku sains. Namun apa yang disebutkan dalam Al Quran yang kemudian terbukti benar setelah penelitian belakangan ini, hanyalah tanda-tanda bagi mereka yang menggunakan akal.
Al Qur’an merupakan Kitab yang ditujukan sebagai petunjuk, bukan sekadar kitab ilmu pengetahuan. Hanya karena Kitab ini berisi firman dari Tuhan yang menciptakan seisi dunia beserta hukum-hukum alamnya, Kitab ini memperlihatkan keajaibannya dari sisi sains.
Bagi siapapun yang ingin menikmati keajaiban Al Qur’an dari sisi sains, maka sangat baik untuk membaca “The Amazing Quran” dari Gary Miller. Dia adalah seorang teolog yang memberikan analisis mendalam tentang Al-Quran.
Menariknya, Miller meneliti beberapa ayat dalam Al Qur’an yang kemudian dibuktikan oleh ilmu pengetahuan yang menunjukkan ketidakmungkinan ayat-ayat tersebut diketahui oleh manusia di gurun pasir berabad-abad yang lalu.
Seperti penelitian yang membenarkan ayat ini:
وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?,” (QS. Al Anbiya: 30).
Menurut Miller, ayat ini persis dengan pokok bahasan penelitian ilmiah yang memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 1973 dan tentang teori “Ledakan Besar”. Menurut teori ini, alam semesta merupakan hasil ledakan besar yang berujung pada terbentuknya alam semesta beserta langit dan planetnya. Al Qur’an menyingkapkan asal usul alam semesta, bagaimana ia bermula dari satu kesatuan dan umat manusia terus memverifikasi wahyu ini, bahkan hingga kini.
Selain itu, fakta bahwa semua kehidupan berasal dari air bukanlah hal yang mudah untuk meyakinkan orang-orang empat belas abad yang lalu. Coba bayangkan, jika 1400 tahun yang lalu Anda berdiri di padang pasir dan mengatakan kepada seseorang, “Semua ini, Anda lihat (sambil menunjuk ke diri Anda sendiri), sebagian besar terdiri dari air,” maka tak seorang pun akan mempercayai Anda. Buktinya tidak tersedia sampai ditemukannya mikroskop. Mereka harus menunggu untuk mengetahui bahwa sitoplasma, bahan dasar sel, terdiri dari 80% air. Meskipun demikian, bukti-bukti telah muncul, dan sekali lagi Al Qur’an telah teruji oleh waktu.”
Quran Edu Center sebagai lembaga pendidikan Alquran juga dapat membantu saudara muslim yang ingin belajar tajwid di tempat, waktu, hingga guru yang tepat untuk memudahkan belajar Al Qur’an. Untuk info selengkapnya hubungi +62819-3821-7261
Kisah Abdullah bin Mas’ud Berdarah-darah Karena Membaca Al Qur’an















