Solusi Menjaga Hafalan Bersama Privat Baca Alquran – Menjaga hafalan Quran memang tak semudah saat menghafalnya. Banyak diantara kita hanya sebatas selesei menghafal, namun tidak lancar saat ujian Al Quran. Semua itu terjadi kurangnya membaca ulang/murojaah dan niat ikhlas mengharap ridha-Nya. Bila sibuk, Anda bisa mencari privat baca alquran guna menuntaskan tanggung jawab sebagai hafidz/hafidzah dengan tutor / guru ngaji yang baik.
Privat baca alquran meraih berkah bersama Alquran
Meraih berkah bersama Alquran tidak cukup hanya membaca, menghafal, dan tadabur. Ada satu yang kurang diperhatikan, yakni, kurangnya talaqi dan menyetorkan ulang hafalan. Selain Anda mencari privat baca alquran, QEC akan memberikan tips sederhana untuk membantu menguatkan hafalan antum,
Pertama, Kontrol niat Anda
Dalam memelihara hafalan, dibutuhkan niat kuat dan tidak mudah terguncang oleh berbagai pengaruh yang dapat memudar layaknya debu terhempas angin.
Kedua, Buat perencanaan sehari-hari
Buat jadwal harian Anda, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Buatlah seefisien mungkin di tengah-tengah kehidupan yang sibuk. Misalnya dengan membaca satu juz setiap kali menyelesaikan shalat. Dengan agenda optimal, insyaAllah akan terbiasa mengabdi bersama quran.
Ketiga, Luangkan waktu Anda
Memang Alquran sedikit diprioritaskan, dibaca dengan pikiran yang sisa-sisa. Jadi ubah pikiran Anda yang awalnya \”membaca Alquran disaat ada maunya\” rubahlah dan targetkan dalam sehari minimal 10 halaman atau lebih.
Keempat, Buat target setiap hari dan bertemu untuk memenuhinya
Dengan membuat target berapa banyak juz yang ingin Anda baca setiap hari, maka itu akan membuat Anda mencoba memenuhi target Juz setiap harinya. Misalnya satu hari tiga juz dengan tartil. mulai juz 1, juz 11, dan juz 21. atau lima juz sehari dengan urutan juz yang dibaca adalah 1, 7, 13, 19, 25. Keesokan harinya adalah Juz 2, 8, 14. , 20, 26. Dan istiqomah di hari-hari berikutnya.
kutipan motivasi untuk para peraih mahkota
\”\”kualitas hafalan jauh lebih berharga dari pada jumlah hafalan, karena sesungguhnya menghafal adalah muroja\’ah, kapan berhenti muroja\’ah maka sama saja kamu berhenti menghafal.\”
Kelima, Jauhi amoralitas/maksiat
Larangan menjauhi maksiat bukan hanya para penghafal Alquran, tapi untuk semua umat Rasulullah Saw. Instansinya amoralitas adalah jalur bahaya bagi pengabdi Alquran. Karena perbuatan dosa merupakan senjata yang ampuh untuk melunturkan hafalan. Mulailah belajar pelan-pelan menjauhinya, dari yang terkecil seperti ghibah sampai ketingkat bahaya yaitu zina dan sebagainya.
Keenam, Bacalah Alquran dalam shalat
Satu trik legendaris dalam membaca Alquran ialah dalam shalat. Misalnya satu halaman di rakaat pertama. Jika satu hari 17 rakaat, maka Anda telah membaca 17 halaman dalam shalat. Atau bisa membacanya disela shalat Sunnah. Metode ini dilakukan dengan sangat baik oleh kalangan ulama hafidz/hafidzah untuk menjaga hafalan.
Ketujuh, Dengarkan Murattal Alquran
Dengan mendengarkan Murattal Alquran, Anda secara tidak sadar membacanya. Mendengarkan Murattal sangat banyak manfaat, salah satunya adalah untuk memperbaiki apakah dalam menghafal Anda memiliki bacaan huruf yang keliru.
Disarankan untuk mendengarkan Murattal Imam besar di Mekah atau Madinah. Seperti Sheikh Abdurrahman Assudais, Sheikh Thaha Aljunayd, Sheikh al-Ghomidi, Sheikh Mishari Rasyid Alafasiy dan lainnya.
kedelapan, Motivasi diri sendiri
Tak jarang banyak penghafal Alquran yang putus asa karena hafalannya tidak lancar. Saat sakit kamu harus lihai dan sigap memotivasi dirimu, kuncinya adalah sabar. Ingatlah bahwa hafalan lancar adalah hadiah dari Allah.
Lancar atau tidaknya kamu harus senantiasa membaca Alquran. Allah tentu akan lebih suka melihat hambanya berjuang terus-menerus yang setelah diberikan nikmatnya lancar hafalan namun tak sudi mengulangnya.
Kesembilan, Berdoa
Secerdas apapun otak kita, tanpa pertolongan Allah kita takkan mampu menghafal ayat demi ayat. Oleh karenanya kita bersyukur dan banyak berdoa agar selalu diberikan kesempatan, kekuatan dzahir/bathin dalam menghafal kalam-Nya. Maka jelas \”usaha tanpa doa itu sombong dan tanpa ikhtiar adalah dusta\”















