Iman kepada hari di mana kita akan kembali kepada-Nya merupakan salah satu rukun iman yang sangat penting dalam Islam. Keyakinan akan datangnya hari akhir ini seharusnya menjadi pendorong bagi setiap muslim untuk menjauhi segala larangan-Nya agar seseorang tidak termasuk dalam kategori orang yang disiksa karena perbuatannya di dunia.
Allah SWT berfirman:
وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Artinya: “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al Baqarah: 281)
Dalam Tafsir Al Muyassar, ayat ini memberitahu manusia untuk takut terhadap hari ketika kalian akan kembali kepada Allah, yaitu hari kiamat, tatkala kalian dihadapkan kepada Allah untuk membuat perhitungan amal kalian, lalu Dia memberi balasan tiap orang dari kalian dengan amal yang dia perbuat, yang baik ataupun yang buruk tanpa ada unsur ketidak adilan yang dia alami.
Dalam ayat ini terkandung pesan secara implisit untuk menjauhi semua perkara yang diharamkan Allah dari bentuk-bentuk transaksi ribawi untuk menyempurnakan keimanan dan hak-haknya seperti menegakkan shalat, membayar zakat dan mengerjakan amal shalih.
Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menjelaskan bahwa Ibnu Juraij berkata: “Ayat ini diturunkan 9 malam sebelum wafatnya nabi SAW, lalu setelah itu tidak ada ayat yang diturunkan” Ibnu Abbas berkata: “Akhir ayat Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi SAW adalah {Wattaqu yauman …} Dan jeda waktu antara turunnya ayat tersebut dan wafatnya nabi SAW adalah 31 hari.”
Baca Juga:
Siapa Golongan Ibadurrahman?
Kata takwa dalam ayat ini bukan sekadar rasa takut yang membuat kita cemas, melainkan lebih kepada kesadaran akan kebesaran Allah dan konsekuensi dari setiap perbuatan kita.
Mengapa kita harus takut kepada hari ketika kita kembali kepada-Nya?
- Motivasi untuk berbuat baik
Takwa mendorong kita untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhi segala keburukan, karena kita sadar bahwa setiap amal akan diperhitungkan kelak di akhirat.
- Menghindari siksa neraka
Dengan bertakwa, kita berharap dapat terhindar dari siksa neraka yang pedih dan mendapatkan tempat yang mulia di surga.
- Mencapai ketenangan hati
Kehidupan di dunia penuh dengan ujian dan cobaan. Dengan bertakwa, hati kita akan merasa tenang karena kita yakin bahwa Allah SWT selalu bersama kita.
Implementasi Takwa dalam kehidupan sehari-hari
- Meningkatkan kualitas ibadah
Sholat, puasa, zakat, dan haji merupakan ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Dengan melaksanakan ibadah dengan khusyuk, kita semakin dekat dengan Allah SWT.
- Menjaga akhlak
Berkata jujur, amanah, dan bersikap baik kepada sesama merupakan cerminan akhlak yang mulia.
- Beramal saleh
Bersedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan berdakwah merupakan contoh amal saleh yang dapat kita lakukan.
- Menjaga silaturahmi
Membina hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan tetangga merupakan perintah agama.
- Menuntut ilmu
Ilmu pengetahuan sangat penting untuk bekal hidup di dunia dan akhirat.
Ingin memperdalam Al Qur’an lebih jauh? Yuk kita ngaji di Quran Edu Center. Sebagai lembaga pendidikan Al Qur’an, Quran Edu Center dapat membantu saudara muslim yang ingin belajar tilawah di tempat, waktu, hingga guru yang tepat untuk memudahkan belajar Al Qur’an. Untuk info selengkapnya hubungi +62819-3821-7261. Yuk belajar ngaji di Quran Edu center untuk privat ngaji jakarta, privat ngaji bogor, privat ngaji tangerang, privat ngaji bekasi, privat ngaji depok, privat ngaji terdekat.















