fbpx

cara membaca alquran yang baik dan benar

Metode Belajar Membaca Alquran Yang Baik dan Benar

Al Qur’an

Sebagai umat islam kita wajib untuk mengetajui cara membaca Al Qur’an yang baik dan benar. Al Qur’an adalah secara bahasa berasal dari kata qoro’a, yaqro’u, qur’anan. Dalam tashrif istilahi kata qur’anan menempati posisi masdar, yang memiliki arti bacaan. Secara istilah Al qur’an diartikan sebagai firman allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat, disampaikan secara mutawatir dengan perantara malaikat Jibril. Al Qur’an terdiri dari 144 surat, yang terbagi dalam 30 juz dan dijadikan dasar hukum utama dalam pengambilan hukum agama islam.

Al Qur’an memiliki fungsi yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia, khususnya kaum muslimin. Al Qur’an berperan sebagai petunjuk bagi umat manusia, sebagai sumber pokok dari ajaran agama islam, memberikan peringatan dan kabar gembira, serta sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Kitab ini merupakan penyempurna dari kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (Zabur, taurat, dan Injil). 

Salah satu keistimewaan Al qur’an adalah membacanya dihitung sebagai ibadah kepada Allah SWT. Maka dari itu, kita diwajibkan untuk belajar baca Al Qur’an. Untuk kita yang baru belajar baca Al Qur’an dari nol, kita sangat membutuhkan guru ngaji. Belajar mengaji dari awal sampai akhir harus kita usahakan sebaik mungkin. Menguasai cara membaca alquran yang baik dan benar tidak dapat dilakukan dengan cara instan. Kita harus belajar secara sabar dan konsisten (istiqomah).

Metode belajar tata cara baca Al Qur’an

Sekarang metode yang digunakan untuk belajar membaca Al Qur’an dengan benar sudah sangat beragam. Diantaranya adalah Iqro’, Qiro’ati, dan Yanbu’a. Dengan adanya metode-metode tersebut, diharapkan kaum muslimin dapat belajar mengaji Al Qur’an dengan lebih efektif dan teratur. Metode-metode tersebut bisa menjadi pilihan bagi Taman Pembelajaran Al Qur’an (TPA) untuk mendapatkan cara mudah baca Al Qur’an sesuai dengan kondisi TPA masing-masing. Setiap metode memiliki kelebihan sendiri-sendiri.

Iqro

Iqro’ adalah metode cara mudah belajar Al Qur’an yang paling terkenal di masyarakat. Metode ini disusun oleh KH. As’ad Humam Bersama dengan Team Tadarrus Angkatan Muda Masjid dan Mushola (AMM) Yogyakarta, sekitar tahun 1988. Metode ini menyebar luas karena bisa diajarkan oleh siapa saja yang mempunyai kemampuan membaca Al Quran. Buku pengajaran yang terdiri dari 6 jilid juga dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko buku dan kitab.

Kitab Iqro’ memiliki kelebihan sebagai berikut:

1. Penggunaan metode Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), dimana guru hanya memberikan contoh pada baris pertama, lalu siswa membaca baris di bawahnya

2. Terdapat metode klasikal dan privat

3. Buki Iqro’ telah dicetak dalam cetakan braille, sehingga dapat dipelajari oleh tuna netra

4. Siswa yang telah mencapai jilid Iqro’ tertentu, dapat mengajar tingkatan jilid di bawahnya

5. Tingkat kesulitan Iqro’ meningkat dari Iqro’ jilid 1 ke jilid selanjutnya

6. Kitab Iqro’ mudah diperoleh di

7. Fleksibel dalam penerapannya, santri yang sudah menguasai materi tertentu dapat meloncat ke halaman tertentu

Qiroati

Qiroati adalah metode pengajaran Al Qur’an yang disusun oleh Kiai Dachlan Salim Zarkasyi pada tahun 2001 di Semarang. Berbeda dengan Iqro’, metode ini tidak bisa diajarkan oleh sembarang ustadz. Pengajar metode ini harus memiliki ijazah dari penyusun, dan harus memenuhi beberapa amaliah yang harus diistiqomahkan. Amaliah tersebut adalah mempunyai niat ikhlas dan sabar dalam mendidik, rajin melaksanakan sholat tahajjud, dan rajin tadarus Al Qur’an. Kitab atau buku pengajarannya juga tidak dijual secara bebas. Kitab Qiroati yang terdiri dari 6 jilid dan tambahan buku panduan cara cepat belajar tajwid Al Qur’an dan ghorib (bacaan yang sulit dan alngka dalam Al Qur’an).

Buku Qiroati memiliki beberapa ciri khas yang menjadikan metode ini banyak diminati para pengajar, diantaranya adalah:

  1. Halaman satu dengan halaman selanjutnya berkesinambungan
  2. Berkesinambungan antara suatu jilid dengan jilid selanjutnya
  3. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan umur santri
  4. Kata-kata yang dijadikan contoh dalam kitab Qiroati tidak berasal dari Al Qur’an sehingga lebih aman untuk dibawa
  5. Setiap pokok bahasan sudah mulai diterapkan ilmu tajwid
  6. Setiap pokok bahasan dilengkapi petunjuk mengajar untuk memudahkan para ustadz/ustadzah dalam menerapkan metode 
  7. Kitab Qiroati dilengkapi dengan buku Gharib, Muskilat, dan Tajwid Praktis
  8. Contoh yang diberikan mudah untuk diucapkan

Yanbu’a

Yanbu’a adalah metode pengajaran Al Qur’am yang disusun oleh tiga tokoh pengasuh Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Putra yaitu KH. Agus M Ulin Nuha Aarwani, KH. Ulil Albab Arwani, dan KH. M. Manshur Maskan beserta tokoh-tokoh lain seperti KH. Sya’roni Ahmadi, KH. Amin Sholeh. KH. Ma’mun Muzayyin, KH. Sirojudin, dan KH. Busyro. Penamaan Yanbu’a diambil dari nama Pondok Tahfidz dimana penyusun mengajar, yaitu Yanbu’ul Qur’an. Kitab ini juga tidak bisa diajarkan oleh sembarang ustadz. Pengajarnya harus teleh memiliki ijazah dari penyusun metode ini.

Kitab ini terdiri dari 7 jilid ini memiliki kelebihan sebagai berikut:

  1. Memiliki sanad keilmuan yang jelas yang bersambung hingga Rasulullah SAW.
  2. Penulisan kitab menggunakan rosm Utsmany yang mudah dibaca
  3. Disertai dengan keterangan tentang pembacaan Al Qur’an menurut Imam Chafsh
  4. Menyediakan Al Qur’an Quddus Rosm Utsmany yang dilengkapi dengan panduan waqof dan ibtida’ (tanda dimana kita harus waqoh ditengah ayat apabila nafas kita tidak kuat, dan dimana kita harus memulainya lagi)
  5. Adanya ijazah yang diberikan kepada orang tua santri, karena keberhasilan suatu pembelajaran tidak terlepas dari 3 elemen yang harus bekerja keras, yaitu guru sebagai pemberi ilmu, santri sebagai pencari ilmu, dan orang tua sebagai pemberi bekal yang halal dan doa.
  6. Adanya standarisasi tawassul 
  7. Adanya rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

Di zaman yang modern ini banyak yang berkenginan untuk dapat memahami sesuatu dengan mudah dan cepat, termasuk dalam belajar membaca Al Qur’an. Cara mudah belajar membaca Al Qu’ran menjadi sesuatu yang dicari banyak kaum muslimin. Walaupun begitu, sebisa mungkin kita mencari guru dalam belajar ngaji. Jangan sekedar belajar mengaji dari Youtube, atau media sosial lain. Cara belajar mengaji cepat memang akan mengantarkan kita untuk dapat mengaji dengan cepat, tetapi mengaji dengan guru akan lebih barokah. Selain itu, guru juga dapat membenarkan bacaan yang salah. Lebih dari itu, belajar dengan guru akan mengembangkan tali silaturahmi.

 Pilihlah metode yang cocok

Metode belajar membaca Al Qur’an yang baik dan benar juga harus menggunakan metode yang sudah diajarkan oleh para ulama, agar lebih tersistem, dan barokah. Bagi kalian yang belum lancar mengaji, tetaplah membaca Al Qur’an, dan teruslah belajar. Karena orang yang terbata-bata dalam membaca Al Qur’an akan mendapatkan 2 pahala, yaitu pahala atas bacaan Al Qur’annya dan pahala Atas kemauannya dalam bersusah payah membaca Al Qur’an. 

Terimakasih sudah membaca Artikel cara membaca Al Qur’an yang baik dan benar, semoga bermanfaat.