Berbagai Metode Membaca Alquran di Indonesia

belajar membaca Alquran
belajar baca Alquran Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.

Membaca Alquran merupakan hal yang sangat penting bagi umat Islam, karena membaca, memahami dan menerapkannya sebagai pedoman hidup adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Sejak meluasnya ajaran islam di Indonesia, para ulama pun telah memformulasikan berbagai metode belajar membaca Alquran agar masyarakat umum dapat ikut membaca dan memahami Alquran. Artikel ini akan membahas metode-metode belajar membaca Alquran yang umum digunakan di Indonesia, antara lain:

Metode Qiro’ati

Metode Qiro’ati adalah metode yang paling pertama dikembangkan di Indonesia. Disusun oleh K.H. Dachlan Salim Zarkasyi, metode ini awalnya menggunakan 10 jilid, namun kemudian dipangkas menjadi 6 jilid dan 2 buku tambahan (tajwid dan ghorib). Qiro’ati memiliki standar yang cukup ketat, baik bagi pengajar dan santri. Hanya pengajar yang lulus sertifikasi metode Qiro’ati yang dapat mengajar dengan metode ini, dan para santri juga diuji di akhir pembelajaran agar bisa terbilang lulus. Buku yang digunakan dengan metode ini juga tidak bebas tersedia dan hanya bisa didapat melalui tempat tertentu.

Metode Iqro

Metode ini termasuk metode yang paling meluas dan terkenal di Indonesia. Metode ini disusun oleh K.H. As’ad Humam yang berasal dari Yogyakarta. Metode ini menggunakan 6 jilid buku yang tersedia secara umum, dan dikarenakan metode ini menuntut praktek membaca langsung, metode ini banyak diadopsi guru mengaji.

Metode An-Nahdhiyah

Metode ini merupakan pengembangan dari metode Al-Baghdady dan pembelajarannya secara umum mirip dengan metode Qiro’ati dan Iqro, namun lebih menekankan pada keteraturan baca. Seperti metode Qiro’ati, 6 jilid yang digunakan di metode ini tidak dapat ditemukan secara umum. Metode ini disusun oleh tim yang berdomisili di Tulungagung, Jawa Timur.