fbpx
belajar tajwid dewasa

belajar tajwid dewasa surat an naba ayat 11-12

Belajar tajwid dewasa – Banyak manusia beranggapan ngaji tajwid itu sulit. Terlebih dalam belajar tajwid dewasa tentunya berpikir panjang dengan kesibukan yang menumpuk. Namun perlu digaris bawahi, belajar tajwid akan mudah bila diniati dengan sungguh-sungguh karena Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Dan untuk memudahkan kamu yang sedang dalam belajar tajwid dewasa, QEC insyaAllah hadir membantu proses pembelajaran yang maksimal serta kamu bebas menentukan waktunya. Ingat! orang yang disibukan dengan Alquran justru akan dimudahkan segala urusannya.

belajar tajwid dewasa an naba 11-12

Alangkah baiknya teman-teman membaca artikel kami sebelumnya yang membahas tajwid surat An Naba di ayat-ayat sebelumnya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

(12) وَّجَعَلۡنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11) وَّبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعًا شِدَادًا

Artinya : 11. dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan, 12. dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh,

وَّجَعَلۡنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

وَّ

Huruf wau disini termasuk huruf layyin. Huruf layyin itu ada dua yaitu wau و dan ya ي. Dan apabila setiap huruf hijaiyah yang berharakat fathah, mulut kita harus terbuka.

جَعَلۡنَا

Fokus di huruf lam sukun bertemu dengan nun, maka dibaca idzhar aliflam qomariyah. Sangat salah bila dibaca tawallut ada huruf E ‘ja’alena’ tapi yang benar itu ‘ja’alna’. Dinamakan idzhar aliflam qomariyah apabila lam sukun/lam alif bertemu dengan huruf-huruf qomariyah.

Huruf qomariyah diantaranya:

ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه

النَّهَا

Teman-teman fokus di huruf nun bertasydid itu bacanya harus dengung dua harakat tempo lambat. Hukumnya adalah ghunnah. Hurufnya ada dua mim dan nun yang bertasydid.

Kemudian fokus lagi di huruf Ha ها itu bacanya harus Ha besar, tempatnya tenggorokan paling dalam dan bacanya harus panjang dua harakat karena hukumnya mad thabii.

baca juga: tajwid an naba 1-3

رَ

Huruf Ra ini disebut Tafkhim (tebal). Beberapa Ra yang dibaca Tafkhim ciri-cirinya Ro nya berharakat fathah, dhammah, fathahtain dan dhommahtain. Kemudian Ro sukun sebelumnya berharakat fathah/dhammah. Dan Ra ini getaranya hanya sekali.

مَعَا

Fokus di huruf ‘Ain ع itu dibaca panjang dua harakat karena fathah ketemu alif yang disebut mad thabii.

شًا

Fokus di huruf Syin ش itu ada dua hukum dengan rincian; apabila berhenti maka hukumnya mad iwad, yang awalnya fathahtain berubah menjadi fathah dengan panjang dua harakat. Kemudian dibaca dengan hukum yang berbeda apabila diwashalkan (disambung) tentunya mengikuti hukum tajwid dihuruf sesudahnya. Kalau di ayat ini bila disambung maka hukum idhgam biguhnnah naqis.

وَّبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعًا شِدَادًا

بَنَيۡنَ

Teman-teman fokus di huruf ya sukun yang sebelumnya berharakat fathah ini disebut mad layyin. Dan ingat bacanya tidak boleh terdengar ada E-nya ‘banaena’ tapi yang benar itu ‘banaina’. Ya sukun menjadi huruf I dan mulut itu ditarik atau nyengir.

نَا

Karena Nun ini berharakat fathah bertemu alif maka hukumnya mad thabii.

فَوۡ

Ini juga sama disebut mad layyin, karena apabila setiap huruf ya sukun dan wau sukun sebelum berharakat fathah maka hukumnya Mad Layyin. Ingat bacanya harus U ‘fauw’ mulutnya itu monyong ke depan bukan O ‘faow’.

Baca Juga: Tajwid An Naba ayat 4-7

قَكُمۡ

Huruf Qof sama Kaf harus jeli ya. Sangat jelas perbedaannya kalau Qof itu letaknya di belakang tenggorokan setelah huruf Kaf. Dan yang hames (berdesis) itu hanya huruf Kaf.

قَكُمۡ سَبۡ

Fokus di huruf mim sukun bertemu sin maka dibaca jelas karena hukumnya idzhar syafawi. Apabila ada mim sukun bertemu dengan selain huruf mim dan ba maka bacanya harus dijelaskan bukan didengungkan.

سَبۡ

Ini ba sukun disebut qolqolah sugro karena posisinya ada di tengah ayat. Dan ingat bacanya harus mantul condong ke harakat fathah, bukan hurf Ek. Sangat salah bila bacanya ‘sabbek’

سَبۡعًا شِ

Kemudian huruf ‘Ain bertemu Syin ini hukumnnya ikhfak. Dan tempo panjangnya dua harakat tempo lambat.

شِدَا

Dal ini dibaca mad thabii karena dalnya berharakat fathah bertemu alif.

دًا

Dal ini ada dua hukum dengan rincian; apabila berhenti maka hukumnya mad iwad, yang awalnya fathahtain berubah menjadi fathah dengan panjang dua harakat. Kemudian dibaca dengan hukum yang berbeda apabila diwashalkan (disambung) tentunya mengikuti hukum tajwid dihuruf sesudahnya.

Share and Enjoy !

0Shares