Belajar ngaji Quran di ayat ibadah ini sangat bermanfaat buat teman-teman dalam menjalankan visi misinya menjadi khalifah di muka bumi. Maka penting, belajar ngaji Quran tak hanya sebatas tau harakat namun juga paham maksud dari ayat yang dibaca. Sangat diperlukan buat teman-teman agar mencari mentor Quran yang fahim.
Konklusi
Ibadah merupakan puncak akhir tujuan manusia diciptakan Allah Swt. Yakni kembali ke Sang Pencipta. Allah tidak membutuhkan ibadah kita namun Allah lebih menekankan agar manusia itu tau siapa yang menciptakannya, yang mencukupi kebutuhannya, yang ketika butuh itu cukup hanya bertawakal kepada Allah Swt.
Namun yang perlu diingat ibadah itu perlu ilmu. Makanya kenapa menuntut ilmu lebih utama daripada shalat malam. Bahkan para ulama segi tasawufnya sangat tinggi dan tidak meminta imbalan dari ibadahnya.
Karena saking hinanya manusia meskipun ibadah beribu-ribu tahun beliau-beliau beranggapan Allah belum tentu menerima amal ibadah, mereka fokus meningkatkan ibadah (amal baik Khalik-Makhluk) dan bertawakal dengan Ridho Allah Swt (artinya tidak berharap masuk surga, amal ibadah diterima, dan meminta ridho Allah). Meskipun janji Allah sudah jelas imbalan/pahala bagi manusia yang bertaqwa sangat tinggi dan surga yang mengalir.
Kemudian perlu dipahami juga segi Fiqihnya. Makanya kenapa menuntut ilmu tata cara beribadah yang benar secara hukum baik itu spritual dan sosial itu sangat penting. Agar tidak kosong atau sia-sia dalam menjadi khalifah di muka bumi ini. Dari belajar itulah kita dapat menjalankan Shalat wajib yang sesuai kaidah hukum. Karena Shalat merupakan kunci dari semua ibadah. Namun untuk mengambil kuncinya itu kita butuh ilmu yang bersumber dari Al Quran dan Hadits.
Belajar Ngaji Quran Ayat-Ayat Ibadah (1)
Tugas Manusia Beribadah diantaranya;
Pertama, QS [51] : 56
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
\”Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.\”
Kedua, QS [22] : 73
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسۡتَمِعُوۡا لَهٗ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ لَنۡ يَّخۡلُقُوۡا ذُبَابًا وَّلَوِ اجۡتَمَعُوۡا لَهٗ ؕ وَاِنۡ يَّسۡلُبۡهُمُ الذُّبَابُ شَيۡــًٔـا لَّا يَسۡتَـنۡـقِذُوۡهُ مِنۡهُ ؕ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالۡمَطۡلُوۡبُ
\”Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah.\”
Manfaat Ibadah diantaranya;
Pertama, Sebagai Kebutuhan Manusia QS [35] : 15
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اَنۡتُمُ الۡفُقَرَآءُ اِلَى اللّٰهِۚ وَاللّٰهُ هُوَ الۡغَنِىُّ الۡحَمِيۡدُ
\”Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.\”
Mengambil sejarah kisahnya Nabi Ibrahim yang sangat cerdas untuk mencari Sang Khalik. Dari Berhala, bintang-bulan-matahari namun semuanya tenggelam.
Kedua, Agar Manusia Bertaqwa QS [2] : 21
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ وَالَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ
\”Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,\”
Ketiga, Agar bersyukur QS 16 : 18
وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَةَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَاؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
\”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\”
Upaya Tindak Lanjut
Mari sama-sama berusah menjadi modelling ke anak didik/putra-putri kita, mari perbaiki pola ibadah spritual dan sosial. Menanamkan ke anak didik bahwa kita hidup di dunia bukan untuk selamanya dan kita butuh bekal untuk kembali kepada Allah Swt.
Menanamkan bahwa ajal tak pandang usia dan apapun situasinya. Menanamkan pola ibadah yang benar sesuai kaidah Allah, menanamkan pola berdoa yang benar seperti diutamakan memuji Allah terlebih dahulu, perbaiki sikap, kemudian shalat hajat, kemudian ikhtiar dan berserah diri pasrah lillahi ta’ala. Kuncinya DOA – IKHTIAR – DOA.
Baca juga: Memperdalam Kajian Ayat-ayat Tentang Taqwa















