Belajar ngaji ayat taqwa sangat diperlukan karena puncak/derajat manusia itu yang dilihat bukan tinggi jabatannya, harta kekayaanya, dan sebagainya. Namun Allah hanya mengukur tingginya manusia lewat derajat taqwanya.
Kenapa harus dimulai dengan belajar ngaji? Karena ayat taqwa tersirat dalam Al Quran yang mana kita harus paham tajwid, tahsin, serta tadabur ayatnya. Maka dari itu sangat penting mencari tutor yang mumpuni. Dari itu, yuk sama-sama belajar ngaji ayat taqwa.
Konklusi;
Makna taqwa kepada Allah yaitu upaya memperbaiki diri sesuai apa yang diperintahkan Allah dan apapun yang dilarang Allah Swt. Sebagai manusia kita diciptakan untuk menjadi khalifah di muka Bumi dengan visi misinya untuk beribadah kepada Allah Swt.
Dalam meraih derajat taqwa harus selalu merasa diawasi Sang Pencipta dan selalu menjalin hubungan baik antara Sang Khalik dan makhluk (semua ciptaan-Nya).
Upaya Tindak Lanjut;
Mengevaluasi serta memperbaiki diri semaksimal mungkin. Meskipun iman naik turun yang mengakibatkan stagnan tidak ada kemajuan dalam hidup, setidaknya/mewanti-wanti diri kita agar tetap berusaha tidak menyimpang dari koridor Allah Swt.
Perbaiki dulu kualitas taqwa diri sendiri barulah perlahan merefleksikan ke anak didik (orang lain). Karena anak didik selalu menfotret kelakuan/sikap kita. Memperbanyak khazanah dalam pembentukan karakter agar mental tidak lemah dan tahan banting apapun kondisi-situasinya.
Belajar Ngaji Ayat Taqwa di Al Quran
Perintah Bertaqwa QS Al Hasyr [59] : 18
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلۡتَـنۡظُرۡ نَـفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ
\”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.\”
Karakteristik Ciri-ciri Orang yang Bertaqwa QS Ali \’Imran 133-135
وَسَارِعُوۡۤا اِلٰى مَغۡفِرَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالۡاَرۡضُۙ اُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِيۡنَۙ
\”Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,\” (133)
الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكٰظِمِيۡنَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِيۡنَ عَنِ النَّاسِؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ
\”(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,\” (134)
Baca juga: Keutamaan Surat Al Fatihah Dalam Kehidupan Sehari-hari
وَالَّذِيۡنَ اِذَا فَعَلُوۡا فَاحِشَةً اَوۡ ظَلَمُوۡۤا اَنۡفُسَهُمۡ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسۡتَغۡفَرُوۡا لِذُنُوۡبِهِمۡ وَمَنۡ يَّغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ اِلَّا اللّٰهُ ۖ وَلَمۡ يُصِرُّوۡا عَلٰى مَا فَعَلُوۡا وَهُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ
\”dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.\” (135)
Perintah Menjaga, Melindungi, & Takut QS At Tahrim : 6 & QS At Taghabun : 16
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُوۡنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُوۡنَ مَا يُؤۡمَرُوۡنَ
\”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.\” (At tahrim : 6)
فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسۡتَطَعۡتُمۡ وَاسۡمَعُوۡا وَاَطِيۡعُوۡا وَاَنۡفِقُوۡا خَيۡرًا لِّاَنۡفُسِكُمۡؕ وَمَنۡ يُّوۡقَ شُحَّ نَفۡسِهٖ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ
\”Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.\” (At Taghabun : 16)















