fbpx
belajar mengaji tajwid

belajar mengaji tajwid surat an naba ayat 19-20

Belajar mengaji tajwid – Hukumnya wajib kifayah bagi umat Rasulullah Saw. Mengapa demikian? Karena Al Quran merupakan mukjizat Rasul yang dijadikan pedoman dalam mengarungi kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Sangat disayangkan mengaku umat Muslim namun belajar mengaji tajwid saja malas apalagi membaca Al Quran. Na’udzubillah.

Kita ini hidup di zaman Abad 21 yang serba digital, tentunya jangan sampai kalah dalam menuntut ilmu. Kenapa? Kita bisa memanfaatkan gadget kita untuk belajar mengaji online, simaan online, dan sebagainya. Kita bersyukur hadirnya QEC dapat mengimbangi pesatnya era milenial dan menjadi tolak ukur menjadikan generasi umat yang berkarakter Quran.

belajar mengaji tajwid An naba 19-20

Sebelum ke pembahasan inti, alangkah baiknya teman-teman membaca artikel kami sebelumnya agar paham dan mudah dipraktikkan.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَّفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتۡ اَبۡوَابًا # وَّ سُيِّرَتِ الۡجِبَالُ فَكَانَتۡ سَرَابًا

Artinya: 19. dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu, 20. dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.

وَّفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتۡ اَبۡوَابًا

فُتِحَتِ

Teman-teman fokus di huruf Ta nya ada dua yang sama-sama keduaya dibaca hames (berdesis).

السَّمَآءُ

Ini disebut mad wajib mutthashil dengan panjang lima harakat. Ciri-cirinya, apabila huruf mad bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

فَكَا

Fokus di huruf Kaf yang berharakat fathah bertemu alif, maka bacanya panjang dua harakat karena disebut mad thabii. Huruf mad asli/thabii itu ada tiga yakni:

  1. Apabila huruf Alif sebelumnya berharakat fathah
  2. Kemudian huruf Wau sukun yang apabila sebelumnya berharakat dhammah
  3. Dan huruf Ya sukun yang huruf sebelumnya itu berharakat kasrah

Baca Juga: Tajwid An Naba 17-18

نَتۡ

Fokus di huruf ta sukun yang mengharuskan bacanya itu hames atau berdesis.

اَبۡ

Ba sukun merupakan salah satu dari yang lima huruf Qolqolah. Dan ini hukumnya Qolqolah sugro dikarenakan posisi Ba nya ada di tengah ayat. Cara bacanya harus mantul condong ke harakat fathah. Salah salah bila bacanya ‘Abbek waa baa’. Coba teman-teman dilatih agar tidak terdengar suara E.

اَبۡوَا

Fokus di huruf wau yang berharakat fathah bertemu alif, maka dibaca mad thabii.

بًا

Fokus di huruf Ba با itu ada dua hukum dengan rincian; apabila berhenti maka hukumnya mad iwad, yang awalnya fathahtain berubah menjadi fathah dengan panjang dua harakat. Kemudian dibaca dengan hukum yang berbeda apabila diwashalkan (disambung) tentunya mengikuti hukum tajwid dihuruf sesudahnya. Kalau di ayat ini bila disambung maka hukum idhgam biguhnnah naqis. Karena tanwin bertemu wau.

وَّ سُيِّرَتِ الۡجِبَالُ فَكَانَتۡ سَرَابًا

سُيِّرَ

Fokus di huruf Ya’ يّ bertasydid, maka bacanya harus diayunkan tanpan ditahan. Apabila Ya tasydid sebelumnya berharakat fathah atau dhammah bacanya cukup mengayunkan saja,

رَ

Termasuk hukum tafkhim (tebal) karen Ro nya berharakat fathah.

تِ

Ingat pengucapan kasrahnya harus benar-benar ditarik mulutnya (nyengir) kemudian diikuti hames/berdesis.

تِ الۡجِبَ

Fokus di huruf lam sukun bertemu jim ini hukumnya idzhar aliflam qomariyah. Dikatakan idzhar aliflam qomariyah apabila lam sukun/lam alif betemu dengan huruf qomariyah maka wajib dibaca jelas.

Huruf qomariyah diantaranya:

ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه

baca juga: tajwid an naba 11-12

بَالُ

Ba nya ini dibaca panjang dua harakat karena fathah bertemu alif itu disebut mad thabii.

فَكَا

Kaf nya juga dibaca mad thabii. Namun juga harus dibaca hames / berdesis ringan saja.

نَتۡ

Fokus di huruf ta sukun yang mengharuskan kamu membacanya hames berdesis ringan.

سَرَا

Fokus di Ro nya berharakat fathah bertemu alif, maka dibaca panjang dua harakat. Hukumnya mad thabii.

بًا

Fokus di huruf Ba با itu ada dua hukum dengan rincian; apabila berhenti maka hukumnya mad iwad, yang awalnya fathahtain berubah menjadi fathah dengan panjang dua harakat. Kemudian dibaca dengan hukum yang berbeda apabila diwashalkan (disambung) tentunya mengikuti hukum tajwid dihuruf sesudahnya.

Share and Enjoy !

0Shares