Islam mengajarkan semua manusia setara di mata Allah, tanpa memandang ras, warna kulit, atau asal-usul. Ajaran ini sangat jelas dalam Al Qur’an dan dicontohkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.
Kesetaraan manusia, ditunjukkan Al Qur’an dalam firman-Nya:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)
Membahas isu kesetaraan, hal ini mengingatkan kita tentang ucapan Nabi Muhammad SAW saat berkhutbah pada momen haji wada. Beliau menjelaskan bahwa tidak ada keistimewaan dalam ajaran Islam karena ras hingga gender. Karena Islam memandang keistimewaanseseorang terletak dari kualitas iman dan takwa seseorang kepada Allah SWT.
Dari Abu Najih, dari dua orang sahabat Nabi, kedua- nya dari Bani Bakr, ia berkata, “Kami melihat Rasulullah khutbah di pertengahan hari-hari tasyriq saat kami berada di samping unta beliau. Ini khutbah Rasulullah yang beliau sampaikan di Mina.
Dari Abu Nadhrah, ia berkata, “Telah bercerita kepadaku orang yang mendengar khutbah Nabi di pertengahan hari tasyriq, beliau bersabda,
“Wahai manusia, sesungguhnya Rabb kalian satu dan bapak kalian satu. Ketahuilah, tak ada keutamaan orang Arab atas orang ‘ajam (non Arab), orang ‘ajam atas orang Arab, orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, dan tidak pula orang berkulit hitam atas orang berkulit merah, kecuali dengan ketakwaan. Apakah aku telah menyampaikan?’ Mereka berkata serentak, ‘Rasulullah telah menyampaikan.’
Baca Juga:
Yuk, Berdoa dengan Doa Nabi Yunus AS Saat Berada di Dalam Perut Ikan
Setelah menjelaskan bahwa tidak ada Privilege karena latarbelakang seseorang dalam Islam, Nabi kemudian menjelaskan tentang persatuan dan larangan untuk saling menyakiti.
Kemudian beliau bertanya, ‘Hari apa ini?’ Mereka menja- wab, ‘Hari haram.’ Beliau bertanya lagi, ‘Bulan apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Bulan haram.’ Beliau bertanya lagi, ‘Negeri apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Negeri haram.’ Beliau bersabda, ‘Se- sungguhnya Allah telah mengharamkan di antara kalian akan darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian seperti keharaman hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini. Apakah aku telah menyampaikan?’ Mereka menjawab serentak, ‘Rasulullah telah menyampaikan.’ Beliau bersabda, ‘Hendaknya yang hadir menyampaikan pada yang tidak hadir.’
Mengapa Islam Menekankan Kesetaraan?
* Asal-usul Manusia: Islam mengajarkan bahwa semua manusia berasal dari satu asal, yaitu Adam dan Hawa.
* Kriteria Kemuliaan: Kemuliaan seseorang ditentukan oleh ketakwaannya, bukan oleh faktor fisik atau sosial.
* Persaudaraan: Islam menekankan persaudaraan sesama muslim, bahkan melebarkannya kepada seluruh umat manusia.
Penerapan dalam Kehidupan:
* Tidak Ada Diskriminasi: Islam melarang segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, atau asal-usul.
* Toleransi: Islam mengajarkan untuk hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain dalam suasana yang damai dan saling menghormati.
* Keadilan: Islam menuntut keadilan dalam segala hal, termasuk dalam pergaulan sosial.
Yuk, mendalami ilmu Al Qur’an di Quran Edu Center. Sebagai lembaga pendidikan Al Qur’an, Quran Edu Center dapat membantu saudara muslim yang ingin belajar tilawah di tempat, waktu, hingga guru yang tepat untuk memudahkan belajar Al Qur’an. Untuk info selengkapnya hubungi +62819-3821-7261. Yuk belajar ngaji di Quran Edu center untuk privat ngaji jakarta, privat ngaji bogor, privat ngaji tangerang, privat ngaji bekasi, privat ngaji depok, privat ngaji terdekat, tadabbur Al Qur’an.















