Orang dengan harta melimpah, jabatan tinggi hingga mempunyai nasab terpandang, lebih sering dinilai sebagai manusia yang diberi berkah dan Rahmat Allah SWT. Sementara kurangnya harta, dan menjadi seorang dengan nasab dan jabatan biasa sering dinilai sebaliknya. Padahal Allah SWT telah memberi kita penjelasan yang baik terkait definisi orang dengan rahmat dan bekah-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ
Artinya: “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 157)
Kata “Mereka” dalam ayat ini merupakan penjelasan dari kategori orang yang disebutkan dalam ayat sebelumnya, yaitu di surat Al Baqarah 155 dan 156. Jadi, “Mereka” yang tergolong dalam ayat ini adalah “shobirin” atau orang-orang yang bersabar.
Pada ayat 155 dijelaskan bahwa Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang yang diuji dengan rasa takut, kelaparan dan kekurangannya harta karena, dari jiwa dengan terjadinya kematian dan dengan berkurangnya makanan. Dengan semua cobaan itu, mereka kemudian bersabar dan memahami bahwa segala hal milik-Nya dan kepada-Nya lah semua kembali.
Kita harus tahu, bahwa sabar adalah perhiasan bagi orang beriman. Dalam menjalani kehidupan, kita pasti akan menemui berbagai cobaan dan ujian. Namun, bagi mereka yang bersabar, Allah SWT telah menyiapkan balasan yang indah.
Kata { صَلَوَاتٌ } pada ayat 157, lafazh ini datang dengan bentuk jamak; mengabarkan bahwa keberkataan dari-Nya sangatlah banyak, dan bahwasanya keberkatan itu sebagai motifasi untuk melakukan segala kebaikan didunia, dan di akhirat sebagai balasan bagi pelakunya.
Dalam Tafsir AS Sa’di dijelaskan, ayat ini juga menunjukkan kondisi sebaliknya, bahwa orang yang tidak bersabar akan mendapatkan kebalikannya yaitu celaan dari Allah, hukuman, kesesatan, dan kerugian. Maka alangkah besarnya perbedaan antara kedua golongan itu, alangkah sedikitnya kelelahan orang-orang yang bersabar dan alangkah besarnya kesulitan orang-orang yang berkeluh kesah.
Baca Juga:
Baca Juga:
Dikepung Musuh, Nyali Muslim Tak Ciut
Kedua ayat ini mengandung penguatan jiwa terhadap musibah musibah sebelum terjadi, agar menjadi ringan dan mudah dihadapi bila terjadi, juga penjelasan tentang apa yang harus digunakan untuk menghadapinya pada saat terjadi musibah yaitu kesabaran, penjelasan tentang hal yang membantu dalam bersabar, serta pahala yang diperoleh oleh orang-orang yang bersabar.
Ayat ini juga memberitahukan kondisi orang yang tidak bersabar dengan kebalikan dari kondisi orang-orang yang bersabar tadi dan bahwasanya ujian dan cobaan itu adalah sunnatullah yang telah berlaku atas orang-orang terdahulu, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnatullah, serta penjelasan bermacam-macam musibah.
Yuk, mendalami ilmu Al Qur’an di Quran Edu Center. Sebagai lembaga pendidikan Al Qur’an, Quran Edu Center dapat membantu saudara muslim yang ingin belajar tilawah di tempat, waktu, hingga guru yang tepat untuk memudahkan belajar Al Qur’an. Untuk info selengkapnya hubungi +62819-3821-7261. Yuk belajar ngaji di Quran Edu center untuk privat ngaji jakarta, privat ngaji bogor, privat ngaji tangerang, privat ngaji bekasi, privat ngaji depok, privat ngaji terdekat.















