Dikepung Musuh, Nyali Muslim Tak Ciut

Dalam sejarah Islam, kita menemukan begitu banyak kisah inspiratif tentang pasukan muslim yang menunjukkan keberanian luar biasa dalam menghadapi musuh. Dengan iman yang kuat, semangat persaudaraan, dan taktik perang yang cerdas menjadi kunci kemenangan mereka.

Banyak perang dalam sejarah Islam bahkan dimenangkan dengan jumlah pasukan yang lebih sedikit. Namun dengan iman mereka kepada Allah SWT, bahwa Dia adalah sebaik-baik pelindung dan pemberi kemenangan, umat berhasil memenangkan pertempuran. 

Kondisi ini digambarkan secara indah dalam Al Qur’an, yaitu di Surat Ali ‘Imran Ayat 173:

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Artinya: (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Baca Juga:

Sayyidul Ayyam, Hari Jumat

 

Ayat ini menjelaskan kondisi usai kekalahan kaum muslimin di perang Uhud. Dalam tafsir As Sa’di, dijelaskan bahwa ketika Nabi kembali dari Uhud menuju ke Madinah dan mendengar bahwa Abu Sufyan beserta orang-orang yang bersamanya dari kaum musyrikin hendak kembali menyerang Madinah, maka beliau menyeru kembali para sahabatnya untuk bersiap perang. Maka mereka berangkat dengan kondisi masih terluka, demi memunuhi panggilan Allah dan RasulNya, dan menaati Allah dan rasulNya, hingga akhirnya sampailah mereka pada suatu tempat yang bernama Hamra’ al-Asad.

Lalu datanglah seseorang kepada mereka seraya berkata, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu,” mereka bertekad untuk menghancurkan kalian, sebagai suatu tindakan menakuti dan menggentarkan mereka. Akan tetapi hal itu tidaklah menambah bagi mereka kecuali iman kepada Allah dan bertawakal kepadaNya, “dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami’, “ maksudnya, cukuplah Dia dari segala hal yang mengkhawatirkan kita, “dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung,” yaitu Dzat yang diserahkan kepadaNya urusan hamba-hambaNya dan yang memenuhi kemaslahatan bagi mereka.

Keberanian dan tawakal yang ditunjukkan umat muslim saat itu merupakan contoh yang harus diteladani bagi orang-orang yang beriman di masa ini. Seorang muslim seyogyanya memahami bahwa Allah SWT yang Maha Pelindung dan segala sesuatu berada dalam kehendak-Nya, sehingga tugas manusia adalah terus berusaha.

Sifat berani dan berserah diri ini sering kita lihat terjadi pada saudara-saudara muslim di negara-negara terjajah. Mereka menunjukkan keberanian dan keimanannya meski dikepung oleh para musuh dengan kuantitas tentara dan kualitas senjata lebih baik. Semoga kita bisa meneladani sifat umat muslim terdahulu dan soleh.

Yuk, mendalami ilmu Al Qur’an di Quran Edu Center. Sebagai lembaga pendidikan Al Qur’an, Quran Edu Center dapat membantu saudara muslim yang ingin belajar tilawah di tempat, waktu, hingga guru yang tepat untuk memudahkan belajar Al Qur’an. Untuk info selengkapnya hubungi +62819-3821-7261. Yuk belajar ngaji di Quran Edu center untuk privat ngaji jakarta, privat ngaji bogor, privat ngaji tangerang, privat ngaji bekasi, privat ngaji depok, privat ngaji terdekat.

 

 

 

Bagikan :

Artikel Lain :

Topik Artikel

…
DAFTAR SEKARANG

Belajar Quran Mudah

Mudah daftarnya, mudah belajarnya, mudah atur jadwalnya, mudah atur tempatnya, mudah metodenya, mudah pembelajarannya dan mudah evaluasinya. Quran Edu Center menawarkan kamu kemudahan untuk dekat dengan Quran!