Belajar ngaji iqro merupakan salah satu metode pembelajaran bagi umat Muslim untuk dapat menghafal dan mengamalkan Al Quran. Bahkan sebisa mungkin mempelajari hal ini bisa dilakukan sejak dini. Agar kelak sang anak dapat mengamalkan isi di dalam Al Quran.
Salah satu metode mumpuni adalah dengan belajar ngaji iqro. Iqro sendiri merupakan sebuah metode pembelajaran untuk menghafal huruf hijaiyah. Dengan belajar ngaji iqro, kita juga akan mengetahui bagaimana cara mengucapkan dan menulis huruf-huruf yang ada di dalam Al Quran.
Belajar Ngaji Iqro & Pentingnya Rasa Syukur
Seperti lembaga Quran Edu Center, belajar ngaji Iqro biasanya lebih mudah untuk dipahami karena bacaannya cenderung sederhana. Namun, tetap diperlukan cara khusus agar kita dapat lancar membaca huruf-huruf Arab dalam Iqro. Mungkin kita bisa dengan belajar oleh guru yang telah menguasai tartil dan tajwid dalam Al Quran.
Pentingnya Rasa Syukur
Ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya membahas \”Alasan mengapa harus bersyukur\”. Sangat menarik, ternyata syukur bukan hanya untuk mengucapkan terimakasih semata namun juga sebagai bentuk penghambaan maksimal kepada Allah Swt.
Syukur Sebagai Bentuk Terimakasih Seorang Hamba QS [16] : 114
فَكُلُوۡا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاشۡكُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ اِيَّاهُ تَعۡبُدُوۡنَ
\”Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.\”
*Penjelasan*
Dalam ayat ini, Allah menyuruh kaum Muslimin untuk memakan makanan yang halal dan baik dari rezeki yang diberikan Allah swt kepada mereka, baik makanan itu berasal dari binatang maupun tanaman.
Makanan yang halal ialah makanan dan minuman yang dibenarkan oleh agama untuk dimakan dan diminum. Hal inilah yang diperintahkan oleh Allah untuk dimakan dan diminum. Makanan yang dibenarkan oleh ilmu kesehatan sangat banyak, dan pada dasarnya boleh dimakan dan diminum.
Firman Allah Swt:
Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu (al-Baqarah/2: 172)
Baca Juga : Alasan Mengapa Harus Bersyukur [2]
Syukur Itu Untuk Kebaikan Diri Sendiri QS [27] : 40
قَالَ الَّذِىۡ عِنۡدَهٗ عِلۡمٌ مِّنَ الۡـكِتٰبِ اَنَا اٰتِيۡكَ بِهٖ قَبۡلَ اَنۡ يَّرۡتَدَّ اِلَيۡكَ طَرۡفُكَؕ فَلَمَّا رَاٰهُ مُسۡتَقِرًّا عِنۡدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنۡ فَضۡلِ رَبِّىۡۖ لِيَبۡلُوَنِىۡٓ ءَاَشۡكُرُ اَمۡ اَكۡفُرُؕ وَمَنۡ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهٖۚ وَمَنۡ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّىۡ غَنِىٌّ كَرِيۡمٌ
\”Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, \”Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.\” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, \”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.\”
*Penjelasan*
Nabi Sulaiman mengucapkan yang demikian itu karena sangat yakin bahwa barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka faedah mensyukuri nikmat Allah itu akan kembali kepada dirinya sendiri, karena Allah akan menambah lagi nikmat-nikmat itu. Sebaliknya, orang yang mengingkari nikmat Allah maka dosa keingkarannya itu juga akan kembali kepadanya. Dia akan disiksa oleh Allah karena keingkaran itu.
Selanjutnya Nabi Sulaiman mengatakan, \”Bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan Yang Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu pun dari makhluk-Nya, tetapi makhluklah yang memerlukan-Nya. Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya ketika membalas kebaikan mereka dengan balasan yang berlipat ganda.\”
Baca juga: Definisi Syukur Prespektif Al Quran
Sikap Nabi Sulaiman dalam menerima nikmat Allah adalah sikap yang harus dijadikan contoh teladan oleh setiap muslim. Sikap demikian itu akan menghilangkan sifat angkuh dan sombong yang ada pada diri seseorang. Ia juga akan menghilangkan rasa putus asa dan rendah diri bagi orang yang sedang dalam keadaan sengsara dan menderita, karena dia mengetahui semuanya itu adalah cobaan dan ujian dari Tuhan kepada para hamba-Nya.
Syukur meyebabkan Selamat Dari Adzab QS [4] : 147
مَا يَفۡعَلُ اللّٰهُ بِعَذَابِكُمۡ اِنۡ شَكَرۡتُمۡ وَاٰمَنۡتُمۡ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ شَاكِرًا عَلِيۡمًا
\”Allah Swt tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.\”















