Belajar ngaji online di tengah wabah sejak tahun lalu masih berimplikasi sampai saat ini. Wabah Covid 19 merupakan pelajaran dari Allah agar manusia dituntut terus belajar dan mampu untuk membangun peradaban. Umat islam saat ini dianjurkan mampu mencontoh pendahulunya yang mampu menemukan ilmu-ilmu yang saat ini masih sering digunakan. “Alhasil, Al Quran berhasil mendorong para intelektual, para filsuf dan sebagainya untuk membangun peradaban.
Belajar Ngaji Online & Mengapa Kita Harus Bersyukur?
Dari sini kita perlu untuk mengakui keluasan Al Quran bahkan hingga saat ini masih banyak kandungan yang ada di dalam kitab tersebut. Islam juga mendorong kita agar bisa menjadi manusia yang cerdas, berintelektual dan sejahtera lewat belajar ngaji online.
Mengapa Harus Bersyukur?
Pembahasan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya tentang ranah syukur prespektif Al Quran. Lantas mengapa kita harus bersyukur? Karena di masa pandemi ini ada lembaga-lembaga mumpuni yang fokus lillahi ta\’ala mengajarkan Al Quran dan memperdalaminya.
Pertama, Allah Memberikan Rezeki yang Banyak QS [34] : 15
لَقَدۡ كَانَ لِسَبَاٍ فِىۡ مَسۡكَنِهِمۡ اٰيَةٌ ۚ جَنَّتٰنِ عَنۡ يَّمِيۡنٍ وَّشِمَالٍ ۖ کُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَاشۡكُرُوۡا لَهٗ ؕ بَلۡدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوۡرٌ
\”Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), \”Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.\”
*Penjelasan*
Banyak di antara ahli sejarah dan peneliti di barat meragukan tentang adanya Bendungan Ma\’rib ini. Akhirnya seorang peneliti dari Perancis datang sendiri ke selatan Yaman untuk menyelidiki sisa-sisa bendungan itu pada tahun 1843. Dia dapat membuktikan adanya bendungan itu dengan menemukan bekas-bekasnya, lalu memotret dan mengirimkan gambar-gambarnya ke suatu majalah di Perancis. Para peneliti lainnya menemukan pula beberapa batu tulis di antara reruntuhan bendungan itu. Dengan demikian, mereka bertambah yakin bahwa dahulu kala di sebelah selatan Yaman telah berdiri sebuah kerajaan yang maju, makmur, dan tinggi kebudayaannya.
Baca juga: Makna Syukur Dalam Al Quran [1]
Pada ayat tersebut, Allah menerangkan sekelumit tentang kaum Saba\’ yang mendiami daerah sebelah selatan Yaman itu. Mereka menempati sebuah lembah yang luas dan subur berkat pengairan yang teratur dari Bendungan Ma\’rib. Di kiri dan kanan daerah mereka terbentang kebun-kebun yang amat luas dan subur yang menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang melimpah ruah.
Kaum Saba\’ pada mulanya menyembah matahari, namun setelah pimpinan kerajaan dipegang Ratu Balqis, mereka menjadi kaum yang beriman dengan mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Sulaiman. Hal ini diceritakan dalam Al-Qur\’an sebagai berikut:
Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, \”Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba\’ membawa suatu berita yang meyakinkan. Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar. Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk. (an-Naml/27: 22-24)
Tetapi, lama-kelamaan kaum Saba\’ menjadi sombong dan lupa bahwa kemakmuran yang mereka miliki adalah anugerah dari Yang Mahakuasa dan Maha Pemurah. Allah dengan perantaraan rasul-Nya memerintahkan agar mereka mensyukuri-Nya atas segala nikmat dan karunia yang dilimpahkan kepada mereka. Negeri mereka menjadi subur dan makmur berkat karunia Allah Yang Maha Pengampun, melindungi mereka dari segala macam bahaya dan malapetaka.
Kedua, Allah Memberikan Nikmat Tak Terhitung QS [14] : 34
وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ
\”Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).\”















