Belajar baca Alquran di ayat sabar maknanya tadabur Alquran bagaimana sikap kita dalam mengarungi kehidupan yang sevisi menjadi khalifah di muka bumi. Pelu diingat, wajib hukumnya teman-teman memperdalami kaidah tajwid dan tahsinnya. Carilah guru ngaji yang sesuai dan layak serta bersanad.
Belajar Baca Alquran Tadabur Ayat-ayat Sabar
Melanjutkan artikel sebelumnya yang insyaAllah kita sama-sama membahas tiga macam kesabaran yang telah ditetapkan dalam Nass Alquran dan Hadits.
Tiga Macam Kesabaran
Ali ibn Abi Thalib meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw membagi sabar ke dalam tiga hal :
QS [20] : 132 (sabar dalam ketaatan)
\”Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.\”
*Penjelasan*
Ayat ini menjelaskan amanat berikutnya yang tidak kurang pentingnya dari perintah sebelumnya ialah perintah Allah kepada Nabi saw menyuruh untuk keluarganya mengerjakan salat dan sabar dalam melaksanakan salat dengan menjaga waktu dan kesinambungannya. Soal rizki Allah yang mengatur. So, Rasulullah tidak memirkan soal rizki di keluarganya.
Demikianlah amanat Allah kepada Rasul-Nya sebagai bekal untuk menghadapi perjuangan berat, yang patut menjadi contoh teladan bagi setiap pejuang yang ingin menegakkan kebenaran di muka bumi. Jika keluarga dalam kesulitan Rasul mengajak untuk shalat.
Apabila keluarga Nabi ditimpa kesusahan, beliau memerintahkan mereka, \”Ayo salatlah, salatlah,\” sabit berkata, \”Para nabi jika tertimpa kesusahan mereka segera menunaikan salat.\” (Riwayat Ibnu Abi hatim)
Baca juga: Inilah Kajian Ayat Takwa Yang Harus Diperdalami
Sabar dalam menjauhi kemaksiatan QS [12] : 33
\”Yusuf berkata: \”Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku Termasuk orang-orang yang bodoh.\”
*Penjelasan*
Ayat ini menganjarkan untuk meniru sikap Nabi Yusuf a.s yang menundukan nafsunya, mempertajam kebatinan, dan menambah keimanan kepada Allah Swt. Meskipun harta, tahta, wanita merupakan ujian terberat kita harus sabar dan menahan diri.
Sabar dalam menerima takdir Allah Swt, QS Maryam : 2-6
Baca juga: Kajian Ayat Ibadah Bagian 1
Sabar itu merupakan skala priotas berunding antara makhluk ke Khalik. Shobrun terbagi menjadi 4; sabar dalam menjalankan fardu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia, dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban (fardu) adalah taufik, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah cinta, dan sabar dalam kefakiran adalah ridha Allah Ta’ala.\”
Murokabatullah bil Amal (beribadah kepada Allah seolah melihat Allah, kalaupaun tidak melihat Allah, Allah yang melihat kita) Perbaiki konsentrasi dalam menghadap Allah Swt, tujuannya agar apa yang kita sampaikan tertuju dan Allah membuka jalan pikiran hati dan tindakan (apa yang Allah arahkan).
Kemudian agar ikhlas Ridha dan sabar dalam beramal hendaklah memohon kepada Allah Swt. Minta ikhlas kepada Allah karena keikhlasan bagian dari taufik serta hidayah Allah Swt. Kemudian takutlah dengan amal yang gugur (akibat level keikhlasannya).















