Belajar Al Quran tentang bagaimana proses apa saja yang kerap dilakukan untuk mencapai keikhlasan maksimal. Artikel ini masih melanjutkan pembahasan sebelumnya yang membahas seputar ayat-ayat Al Quran tema ‘Ikhlas’.
Dalam belajar Al Quran faktor penentu ada enam tahap; Niat, Berdoa, Kenali alamat surahnya, pahami tajwid tahsinya, pahami terjemah & tafsirya, kemudian dipraktekan.
Belajar Al Quran Ayat Tentang Langkah Meraih Keihlasan Hakiki
Adapun langkah-langkahnya ialah
Pertama, Melupakan Kebaikan (karena iman) QS [16] : 97
مَنۡ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنۡ ذَكَرٍ اَوۡ اُنۡثٰى وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَـنُحۡيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً وَلَـنَجۡزِيَـنَّهُمۡ اَجۡرَهُمۡ بِاَحۡسَنِ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
*Penjelasan*
Allah Swt dalam ayat ini berjanji bahwa Allah Swt benar-benar akan memberikan kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia kepada hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengerjakan amal saleh yaitu segala amal yang sesuai petunjuk Al-Qur\’an dan sunnah Rasul, sedang hati mereka penuh dengan keimanan.
Rasulullah Saw bersabda:
Dari \’Abdullah bin \’Umar bahwa Rasulullah saw bersabda, \”Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup dan menerima dengan senang hati atas pemberian Allah. (HR. Ahmad)
Kehidupan bahagia dan sejahtera di dunia ini adalah suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh ketenangan dan kedamaian karena merasakan kelezatan iman dan kenikmatan keyakinan. Jiwanya penuh dengan kerinduan akan janji Allah, tetapi rela dan ikhlas menerima takdir. Jiwanya bebas dari perbudakan benda-benda duniawi, dan hanya tertuju kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapatkan limpahan cahaya dari-Nya.
Baca juga: Program Kegiatan Dunia Akhirat
Di akhirat akan mendapatkan pahala melimpah ruah dan toyib dari Allah Swt, karena kebijasanaan dan amal saleh serta iman yang bersih nan kokoh yang mengisi jiwanya. Karena merasa puas qonaah dengan ketentuan Allah Azza Wajala.
Kedua, Semua Milik Allah Swt QS [16] : 96 & QS [27] : 40
QS [16] : 96
مَا عِنۡدَكُمۡ يَنۡفَدُ وَمَا عِنۡدَ اللّٰهِ بَاقٍؕ وَلَـنَجۡزِيَنَّ الَّذِيۡنَ صَبَرُوۡۤا اَجۡرَهُمۡ بِاَحۡسَنِ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan Sesungguhnya Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
QS [27] : 40
قَالَ الَّذِىۡ عِنۡدَهٗ عِلۡمٌ مِّنَ الۡـكِتٰبِ اَنَا اٰتِيۡكَ بِهٖ قَبۡلَ اَنۡ يَّرۡتَدَّ اِلَيۡكَ طَرۡفُكَؕ فَلَمَّا رَاٰهُ مُسۡتَقِرًّا عِنۡدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنۡ فَضۡلِ رَبِّىۡۖ لِيَبۡلُوَنِىۡٓ ءَاَشۡكُرُ اَمۡ اَكۡفُرُؕ وَمَنۡ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهٖۚ وَمَنۡ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّىۡ غَنِىٌّ كَرِيۡمٌ
“Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, \”Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.\” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, \”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.\”
Baca juga: Quran Shop Cocok Semua Kalangan
Ikhlas merupakan perbuatan yang niatnya, hasilnya semuanya hanya Allah semata. Dan ikhlas bukanlah lawan kata dari terpaksa. Tapi ikhlas itu mengharap wajah Allah walaupun keadaan terpaksa. Semisal anak dipaksa untuk shalat, tapi anak tersebut fokus menghadap wajah Allah berarti itu ikhlas bukan terpaksa.
Maka kenapa ada hadits mengatakan bahwa ada umat muslim masuk surga dengan rantai. (maksudnya dipaksa masuk surga). Justru bila kita berat sangat terpaksa melaksanakan justru pahalanya lebih besar. Bernilai perjuangan besar melawan hawa nafsu.
Terus pertanyaannya apabila kita ibadah mengharapkan pahala dari Allah apakah termasuk tidak ikhlas? Ingat! Pahala itu konskuensi dari ridho Allah jadi ya sah-sah saja dengan tujuan mengharap pahala dan surga serta berlindung dari neraka.















