Belajar mengaji ayat-ayat ikhlas ini masih membahas kelanjutan dari artikel sebelumnya. Dan insyaAllah di artikel ini kita akan membahas tentang Riya’, Sum’ah, dan Ujub.
Representasi belajar mengaji tidak hanya dikalangan awam, namun dikalangan profesional juga harus belajar mengaji (memperdalam-mengamalkan) karena satu hurufnya Al Quran mendapatkan 10 kebaikan.
Belajar Mengaji Ayat-Ayat Ikhlas
Makna Riya` Dalam Al Quran
QS [4] : 38
وَالَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ رِئَآءَ النَّاسِ وَلَا يُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِؕ وَمَنۡ يَّكُنِ الشَّيۡطٰنُ لَهٗ قَرِيۡنًا فَسَآءَ قَرِيۡنًا
“Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, Maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.”
Sum`ah QS [4] : 142
اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ يُخٰدِعُوۡنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُوْهُمۡ ۚ وَاِذَا قَامُوۡۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوۡا كُسَالٰى ۙ يُرَآءُوۡنَ النَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيۡلًا
“Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, Maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.”
*Penjelasan*
Allah Swt membiarkan para kaum yang beriman untuk dilayani seperti para kaum mukmin lainnya. Di sisi lain Allah Swt juga menyediakan Neraka bagi mereka balasan atas tipuan yang diperbuat.
Riya Ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
Menyembah hanya sedikit maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, Yaitu bila mereka berada di hadapan orang.
Baca juga: Seputar Kajian Ayat Iklas [2]
Arti Ujub dan Penegasannya
QS [3] : 188
لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِيۡنَ يَفۡرَحُوۡنَ بِمَاۤ اَتَوْا وَّيُحِبُّوۡنَ اَنۡ يُّحۡمَدُوۡا بِمَا لَمۡ يَفۡعَلُوۡا فَلَا تَحۡسَبَنَّهُمۡ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الۡعَذَابِۚ وَلَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
“Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.”
*Penjelasan*
Orang-orang Yahudi dan Nasrani laknatullah yang harus dihindari adalah yang bangga dengan penyelewengan dan pengkhianatan terhadap kaum mukmin.
Karena Yahudi & Nasrani itu sombong menganggap dirinya penguasa yang harus ditaati. Ia itu suka disanjung-sanjung kalau ahli dalam pemaknaan Al kitab. Padahal sejatinya tidak tahu dan bukan ahlinya.
Tujuannya untuk mengalihkan perhatian orang-orang banyak dari kebenaran kepada apa yang dikehendaki pembesar-pembesar dan orang awam walaupun salah.
Janganlah kaum Muslimin menyangka bahwa Ahli Kitab yang perbuatannya jelek dan mengelabui itu akan terlepas dari siksaan, bahkan mereka merasakan azab yang pedih.
Kaum mukminin tidak perlu merasa sedih dan cemas atas penyelewengan mereka, tetapi hendaklah tetap menjelaskan yang hak dan jangan sekali-kali menyembunyikannya sedikit pun. Allah Swt akan menggenapi/memenuhi keinginan kaum shalihin untuk melenyapkan hal yang munkar.
Baca juga: Keutamaan Mengamalkan Surah Al Fatihah
QS [53] : 32
اَلَّذِيۡنَ يَجۡتَنِبُوۡنَ كَبٰٓٮِٕرَ الۡاِثۡمِ وَالۡفوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَؕ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الۡمَغۡفِرَةِؕ هُوَ اَعۡلَمُ بِكُمۡ اِذۡ اَنۡشَاَكُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ وَاِذۡ اَنۡتُمۡ اَجِنَّةٌ فِىۡ بُطُوۡنِ اُمَّهٰتِكُمۡۚ فَلَا تُزَكُّوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ ؕ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى
“(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Allah Maha luas ampunan-Nya. Dan lebih mengerti tentang keadaan kamu yang diciptakan dari tanah ketika dalam kandungan, jadi janganlah mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”















